MessageTHANKS MR.ABUUMAR !
   
abuumar wrote on Jul 16
alhamdulillah, saya juga baru belajar islam kembali dengan masuk ke dalam Thariqat Naqsybandi Haqqani, dimana mursyidnya (pemimpin tertinggi) adalah Maulana Syaikh Nazim dari Cyprus, beliau adalah keturunan Rasulullah, ayahnya keturunan Syaikh Abdul Qadir Jailani, dan ibunya keturunan Maulana Jalaluddin Rumi.

saya dulu mengaji dengan ajaran keras, sehingga hati saya jauh dari Rasulullah, namun dengan masuk ke Thariqat, saya jadi merasakan kesejukan hati kembali, menemukan Islam yang benar, yang menghormati manusia dan mahluk ciptaan Allah lainnya, itulah prinspi Rahmatan lil 'aalamiin

terimakasih pada Allah, kepada Rasulullah dan kepada guruku Maulana Syaikh Nazim

semoga hubungan manusia kita semakin terjalin dalam rangka menegakkan kebenaran.

Allah itu tidak hanya Mengawasi dan Melindungi orang muslim saja, namun seluruh hamba-Nya baik itu muslim maupun bukan, karena pada hakikatnya, seluruh manusia itu ciptaan Allah, maka Allah Akan Menjaga Ciptaan-Nya

semoga kita menemukan jalan kebenaran
riveuwlands wrote on Jul 14
saudara ABU UMAR ,
ucapan anda selalu bijaksana ,sy sangat mengagumi anda dan respek !
sy tak pernah semula menyangka akan pernah membilang ini pada seorang muslim,
dan sy pun tak pernah sebelumnya menyangka akan ada seorang muslim seperti anda yg bisa mengasih lihat saya jalan kebenaran islam.
saya sungguh mengagumi anda !
semoga sy bisa lebih banyak mengenal anda dan jadi teman baik. semoga agama tak akan memisahkan kita tapi mempersatukan entah apapun agama apa.
riveuwlands wrote on Jul 14
abuumar said
Ketika Rasulullah SAW diperintahkan untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah, beliau bersabda, “Aku memerlukan seorang pemandu.” Beliau adalah seorang rasul, mengapa beliau memerlukan seorang pemandu? Hal itu untuk mengajari kita bahwa walaupun beliau adalah seorang rasul, beliau tetap memerlukan seorang pemandu, pemandu eksternal yang dapat menunjukkan jalan menuju Madinah.
dengan demikan bisalah hidup umat islam dengan yg bukan islam......

thanks for your comment.
kamu hanya satu dari seribu yg tak tahu,tapi satu ini sudah cukup membuat respekku pada islam semakin tinggi.
josephalmighty wrote on Jul 3
The very purpose of the work God does in the last days is to enable man to see on earth the heavenly God living among man and to enable man to know God, submit to God, fear God, and love God. Only because of this has he returned in the flesh the second time. Although what man sees today is a God who is the same as man(kind), and what man sees is a God who has a nose and eyes and is a very unattractive God, ultimately God will let you see that without the existence of this person, both heaven and earth would undergo tremendous changes, and that without the existence of this person, heaven would be dim and dark, earth would be in chaos, and all mankind would be living amid famine and plague. You will be enabled to see that if there were no God incarnated in the flesh in the end times coming to save you, then God would have long since destroyed all people in hell, and that without the existence of this flesh, you would be eternal archcriminals and would be eternal corpses. You should know that without the existence of this flesh, all mankind could not escape a great catastrophe and could not escape God’s even heavier punishments on mankind in the end times." says Almighty God, Christ of the endtimes, the WORD became flesh the second time...

http://josephalmighty.multiply.com/journal/item/381

Christ Has Returned To the Earth In the Flesh,
As Lightning(his Word) Flashes(& is published)
From East(in China) To the West !!!
abuumar wrote on Jun 28
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an [9:109] bahwa jika seseorang membangun rumahnya pada karang yang terjal tanpa fondasi yang kuat, maka rumahnya pasti akan runtuh. Jika seseorang membangun fondasi rumahnya dengan bahan yang baik, atau pada tanah yang padat, lapisan demi lapisan ditata dengan baik, ia akan mempunyai rumah yang kokoh. Segalanya memerlukan orang yang ahli.

Jika Saya bilang kepada saudara saya, “Bisakah kamu membuatkan rumah untuk kami?” Ia akan menjawab, “Tidak, saya bukan tukang kayu.”

Jadi kita harus memanggil orang lain dan berkata, “Tolong buatkan rumah untuk kami karena Anda ahlinya.”

Orang itu akan menjawab, “Baiklah! Begini rencananya, di sini kita meletakkan dinding, lalu di sini fondasi, di sini semen dan seterusnya.”

Jika kalian memerlukan seorang ahli untuk membangun rumah yang biasa, lalu bagaimana dengan hati kalian? Bagaimana kalian membuat suatu pendekatan kepada Tuhan kalian tanpa dibimbing seorang ahli? Kalian harus mencari ahlinya.

Kalian tidak dapat mencapai-Nya tanpa bantuan seorang pemandu, tidak peduli betapa keras kalian mencoba mengikuti jalan-Nya sendirian. Tak seorang pun yang dapat mencapainya sendirian karena kadang-kadang walaupun seseorang tahu bahwa ia berada di jalur yang benar, bisa saja ia melakukan sesuatu yang bukan pada tempat dan waktunya. Dan dengan begitu seterusnya ia akan gagal. Jadi kita memang memerlukan bantuan seorang ahli dan ia akan menjadi pemandu kita.

Untuk mencapai Tuhan, kalian tidak akan menemukan jalan dalam mengarungi gurun kehidupan ini kecuali dengan bantuan seorang pemandu karena angin yang berasal dari keinginan ego dan hasrat ingin menonjolkan diri dapat mengubah segalanya.

Ego memiliki keinginan. Tiupan angin dari ego adalah keinginan yang kosong dan nafsu untuk menonjolkan diri. Bila keinginan tersebut muncul, ia akan menutupi jalur yang benar sehingga kalian akan tersesat. Kalian akan berhenti dan tidak tahu cara melanjutkannya.

Itulah sebabnya kalian memerlukan bantuan dari seorang pemandu yang benar-benar ahli dalam mengarungi gurun kehidupan tersebut. Ia adalah ahli dalam mengarungi jalur-jalur ego. Bila kalian tidak dapat menemukannya berarti buang-buang waktu saja dalam mencoba mendekati Tuhan di kehidupan ini.

Tuhan Maha Penyayang, karena kalian berusaha untuk mencapai-Nya kalian akan menemukan-Nya di akhir hayat bahkan tanpa bantuan seorang pemandu, tetapi kalian tidak bisa mencapai-Nya dengan cepat. Sekarang kalian telah kehilangan waktu tanpa kemajuan yang berarti, tetapi segera setelah kalian menemukan seorang pemandu dan kalian menerima panduan yang diberikannya, melewati kemauan ego dan keinginan untuk menonjolkan diri, maka kalian akan sampai di sisi sebrang. Sebaliknya jika kalian tidak menerimanya, kalian akan tersesat di gurun yang sangat luas.

Ketika Rasulullah SAW diperintahkan untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah, beliau bersabda, “Aku memerlukan seorang pemandu.” Beliau adalah seorang rasul, mengapa beliau memerlukan seorang pemandu? Hal itu untuk mengajari kita bahwa walaupun beliau adalah seorang rasul, beliau tetap memerlukan seorang pemandu, pemandu eksternal yang dapat menunjukkan jalan menuju Madinah.

Misalnya, kita ingin menunjukkan jalan ke air terjun Niagara kepada anak kita, tetapi kita tidak tahu jalan menuju ke sana, maka kita akan mencari seorang yang ahli, yang tidak akan menyesatkan kita.

Beliau adalah rasul tetapi beliau tetap mencari seorang pemandu, apakah beliau tidak tahu?

Nabi ‘Isa AS bersabda, “Salah satu di antara kalian akan menghianatiku.” Ini adalah benar, dan sebagai Muslim kita wajib mempercayainya. Beliau mengatakan ‘salah satu di antara kalian,’ apakah beliau tidak tahu? Beliau tahu tetapi tidak mengatakannya.

Rasulullah SAW pun tahu, tetapi mereka (Nabi ‘Isa AS dan Rasulullah SAW) ingin menunjukkan kelemahan dan kerendahan hati sepenuhnya. Beliau mengajari kita untuk mencari seorang pemandu. Mereka memerlukan seorang pemandu untuk menunjukkan jalan dari Mekah ke Madinah dan dengan bantuannya mereka bisa sampai di Madinah dengan aman.

Jika kita memerlukan seorang pemandu untuk mengarungi gurun pasir, bagaimana dengan kehidupan spiritual kita? Ini lebih sulit. Kalian jelas memerlukan seorang pemandu untuk masalah ini. Rasulullah SAW mempunyai pemandu, yaitu malaikat Jibril AS yang memberinya inspirasi dan menyampaikan wahyu.

Pada peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW dibimbing menuju Hadirat Ilahi. Jadi secara eksternal beliau memerlukan seorang pemandu yaitu ketika hijrah dari Mekah ke Madinah dan secara internal beliau juga memerlukan seorang pemandu, ketika hijrah menuju Tuhannya di malam Isra’ Mi’raj. Tanpa ada jalan mustahil melakukan hijrah, kalian tidak bisa pergi ke mana-mana tanpa ada jalan.

Itulah sebabnya mengapa setiap orang harus mencari seorang pemandu untuk menunjukkan jalan kebenaran dan jalan menuju realitas. Tanpa panduannya kalian akan berada dalam keraguan, apakah yang kalian lakukan benar atau salah. Kalian tidak akan mengetahuinya. Dengan adanya pemandu, kalian akan bergantung kepadanya karena ia adalah seorang yang ahli.

Seperti yang telah dikatakan bahwa Rasulullah SAW mengambil seorang pemandu untuk menunjukkan jalan ke Madinah. Beliau tidak berkata kepadanya, “Tidak! Mengapa kamu membawaku ke jalan yang ini, bukan yang itu?” Beliau menggantungkan dirinya kepada pemandunya karena keahlian sang pemandu.

Pemandu yang menunjukkan jalan harus dapat dipercaya. Kalian tidak bisa mengambil sembarang pemandu dan mengaku bahwa ia adalah pemandu kalian. Jika kalian mengambil pemandu yang keliru, bisa saja ia membawa kalian ke dalam samudra Setan. Kalian akan tersesat dalam samudra halusinasi. Banyak orang yang mengikuti pemandu semacam ini, suatu saat para pengikutnya akan mengalami halusinasi. Apa yang mereka lihat sebenarnya tidak ada. Oleh sebab itu pemandu yang sejati sangatlah penting.

Bagaimana kalian bisa mengenalinya?

Grandsyekh (Syaikh Abdullah Ad-Dagesthani) pernah berkata bahwa jika kalian ingin mengetahui apakah seseorang itu adalah seorang pemandu yang sejati, pertama kali yang harus dilakukan adalah melihat pakaian luarnya. Apakah ia telah memakai pakaian luar dengan lengkap? Jika belum, berarti ada kerusakan di dalam hatinya, oleh sebab itu jangan ikuti dia.

Segala sesuatu pada seorang guru Sufi, (kita berbicara tentang Sufisme, bukan hal yang lain) yang tidak sesuai dengan pakaian dan perilaku seorang guru yang sejati, menunjukkan suatu ketidaksempurnaan atau kesalahan.

Grandsyekh berkata, “Jika kalian mempunyai sebuah jam dan jam itu secara internal bekerja 100% tetapi tidak mempunyai jarum, jam itu tidak bisa menunjukkan waktu kepada kalian sehingga tidak ada manfaat yang dapat diambil darinya. Sama halnya dengan jam yang mempunyai jarum, tetapi mekanik internalnya tidak bekerja 100%, ia juga tidak dapat menunjukkan waktu yang tepat bagi kalian.” Jadi bagi seorang pemandu bagian eksternal dan internal harus sempurna.

Kita tidak berbicara tentang diri kita. Kita mengikuti guru kita. Beliaulah pemandu kita. Beliau bekerja 100% baik secara eksternal maupun internal. Kita hanya mencoba mengikutinya. Itulah sebabnya bila kita melihat kepada seseorang dan berpikir apakah ia adalah seorang pemandu sejati, kalian harus melihat bahwa ia telah melengkapi bagian eksternalnya tanpa ada kekurangan. Jika ada sesuatu yang hilang, kalian jangan mengikutinya. Bila ia kehilangan salah satu bagian eksternalnya berarti ia telah kehilangan banyak bagian internalnya, yang tidak dapat diketahui orang.

Kalian berpakaian dengan rapi karena tahu bahwa orang melihat kalian. Tetapi bila menyangkut hal-hal yang tidak dapat dilihat, kalian berkata, “Biarkan saja, toh tidak ada yang melihat.” Jika kalian kehilangan salah satu item dari pakaian eksternal yang jelas akan dilihat orang, berarti kalian ‘tidak fit’. Apalagi kalau menyangkut hal-hal yang tidak terlihat, tentu akan lebih banyak yang hilang. Orang seperti itu tidak bisa menjadi pemandu sejati. Dia adalah pemandu yang tidak terhubung. Bisa saja ia membawa kalian ke jarak tertentu dalam kehidupan spiritual, tetapi ia tidak terhubung dengan tingkat yang lebih tinggi lagi. Pemandu sejati harus mempunyai eksterior yang lengkap, tidak kurang sedikit pun!

Grandsyekh berkata bahwa itu adalah langkah pertama untuk menentukan seorang pemandu sejati. Bila kalian melihatnya dan mengatakan, “Ia sudah lolos,” bukan ujian pertama, tetapi lolos dari “kriteria pertama.”

Berikutnya kita tinjau dari sisi dalam. Bagaimana kalian bisa melihat sisi dalamnya?

Grandsyekh berkata, “Kalian harus lihat bahwa orang itu mempunyai rasa hormat kepada setiap orang tanpa diskriminasi sekecil apapun, tanpa memandang agama karena setiap manusia adalah hamba Tuhan yang sama.

Sang pemandu harus menghormatinya, pertama karena seluruh manusia adalah ciptaan Tuhan dan mempunyai Cahaya Ilahi dalam hatinya. Selain itu ia juga harus mempunyai rasa cinta terhadap mereka. Menerima apa yang ia inginkan baginya dan bagi anak-anaknya, untuk menjadi dan bertindak atas nama mereka, walaupun mereka hanya orang biasa yang belum menjadi pengikutnya. Jadi ia harus bisa menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada mereka.

Ketiga, ia harus menunjukkan kerendahan hati kepada mereka. Ia tidak bisa berkata bahwa ia lebih tinggi dari mereka. Tidak ada seorang pun yang tinggi kecuali Tuhan. Jika ia menganggap dirinya lebih tinggi dari mereka berarti ia seperti Setan yang menganggap dirinya lebih tinggi dari Adam AS.

Ketiga kriteria ini adalah “aksesoris dalam” yang dimiliki pemandu sejati. Dalam hal pakaian ia harus memiliki pakaian lengkap seorang guru Sufi. Jika guru kalian seperti itu, barulah ia seorang pemandu sejati, ikutilah ia. Bersamanya kalian akan menemukan kepuasan hati dan menemukan hal-hal yang telah hilang. Jika kalian tidak menemukan orang seperti itu, lanjutkan pencarian kalian. Kalian akan menemukannya karena Allah SWT Maha Penyayang.

Bila kalian melihatnya, Allah SWT akan memberi. Bila kalian tidak meminta, Allah SWT tidak akan memberi. Jika kalian sungguh-sungguh, memohonlah dengan hati kalian. Kalian akan menemukannya dan ia akan memberi kunci hati kalian. Jika kalian tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, tidak melakukannya sepenuh hati, hanya di lidah saja mungkin kalian akan menemukannya atau mungkin juga tidak.

Ahmad al-Badawi QS adalah seorang wali yang sangat terkenal di semua kalangan Sufi. Ia menyatakan “Aku tidak memerlukan seorang pemandu. Pemanduku adalah al-Qur’an,” sebagaimana yang dikatakan orang Wahhabi sekarang, “…dan cara hidup Rasulullah SAW.”

Ia mencoba mendekati Tuhannya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda atas nama Tuhannya, “Hambaku tidak berhenti untuk mendekati-Ku melalui ibadah sunnah atau perbuatan baik, sampai Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, pada saat itu Aku akan menjadi telinga yang digunakan untuk mendengar, mata yang dipakainya untuk melihat, tangan untuk merasakan, dan kaki untuk berjalan. Jika ia meminta, Aku akan memberi. Jika ia memohon perlindungan, Aku akan melindunginya. Aku akan menjadi dirinyaa, dan ia dapat mengatakan kepada sesuatu, “Jadilah!” maka jadilah ia.” Orang-orang Wahhabi biasanya memotong bagian terakhir dari hadis tersebut, tetapi kita mengucapkannya secara lengkap.

Ahmad al-Badawi QS berusaha mendekatai Tuhannya sampai mencapai pintu Hadirat Ilahi, lalu ia berkata, “Ya Tuhanku! Bukakanlah pintu ini untukku.” Tetapi ia tidak mendapat jawaban. Ia mencobanya berulang-ulang sampai akhirnya ia ‘secara tidak sengaja’ bertemu dengan seseorang. Saya bilang ‘tidak sengaja’ tetapi sebetulnya itu sudah direncanakan dengan sangat rapi, karena itu adalah Kehendak Allah SWT untuk mengujinya.

Ia bertemu orang itu di jalan, seseorang yang kelihatannya biasa-biasa saja. Orang itu lalu memanggilnya, “Hei Ahmad!” bahkan ia tidak menyebutnya “Syekh Ahmad!” sebagai tanda penghormatan. Ia berkata, “Wahai Ahmad! Engkau perlu kunci untuk mencapai Hadirat Ilahi? Aku punya kuncinya dan jika kau mau, datanglah kepadaku dan akan kuberikan kepadamu.”

Banyak di antara kita yang menolak fakta atau kenyataan karena merasa bangga, walaupun ia tahu sebenarnya itu adalah jalan yang benar. Mereka tidak menerima sebab ego mereka mengatakan, “tidak!” Ego Ahmad QS berkata kepadanya, “Bagaimana mungkin Engkau menerima sesuatu darinya? Jangan menerima kunci darinya. Terimalah dari Tuhan.” Lalu ia berkata, “Wahai saudaraku, Aku tidak akan menerima kunci darimu, tidak juga dari orang lain, kecuali dari Sang Pembuat Kunci. Siapa Engkau. Engkau bukan siapa-siapa.”

Selanjutnya Ahmad QS berusaha untuk mencapai Hadirat Ilahi sampai ia mendengar Suara Tuhan (hatif Rabbani) kepadanya, “Wahai Ahmad QS, kehidupan ini adalah kehidupan yang berisi sebab dan akibat. Aku tidak akan memberimu kunci. Sesuai Kehendak-Ku kunci untukmu berada pada orang itu. Pergilah dan dapatkan kunci itu darinya.” Sekarang persoalannya sudah selesai. Ia mendengarnya langsung dari Tuhannya, dan ia menerima hal itu.

Sekarang ia harus mencari pemandunya. Tetapi sang pemandu telah lenyap. Orang itu telah meninggalkannya. Selama enam bulan pemandu itu mengamati hati Ahmad QS secara rahasia, melihat bahwa ia mencarinya dan berdoa kepada Tuhan siang dan malam, “Ya Tuhanku kirimkanlah orang itu kembali kepadaku,” sampai akhirnya ia bisa menemukannya kembali. Dengan segera orang itu membuka tabir yang ada pada dirinya selama ini.

Jadi sang pemandu membuka tabir dan menampakkan dirinya di hadapan Ahmad QS. Ahmad QS berkata, “Wahai Syekhku! Aku menemukanmu.” Ia tidak menemukannya tetapi sang pemandulah yang menghilangkan tabirnya. Tetapi tetap saja ia berpikir bahwa ia telah menemukannya.

Ia berkata, “Wahai Syekhku, Aku menerimamu sebagai pemanduku.”

Sang pemandu menjawab, “Jika engkau menerimaku sebagai pemandumu sekarang, engkau harus pasrah, menyerahkan diri, dan menyerahkan seluruh kehendakmu kepadaku. Engkau tidak diperkenankan mempunyai kemauan selama bersamaku. Engkau telah membangun ilmu pengetahuanmu pada sebuah karang yang hanya dengan satu tiupan dari ego, ia akan jatuh. Aku harus membangun fondasi yang kuat bagimu. Jadi, lihatlah ke dalam mataku.”

Ahmad melihat ke matanya dan pemandu itu dengan segera menghapus seluruh pengetahuan yang telah dipelajari oleh Ahmad al-Badawi QS dari buku. “Lewat buku” maksudnya ada banyak hal yang berasal dari ego si penulis. Maka ia menghilangkan pengetahuan itu dari hati Ahmad QS dan kemudian lenyap. Ia meninggalkannya selama 6 bulan lagi bahkan dalam keadaan tidak tahu bagaimana mengucapkan, “bismillahir rahmaanir rahiim,” bahkan tanpa mengetahui bagaimana mengucapkan Nama Allah SWT.

Orang-orang di kota kini mengejek Ahmad al-Badawi QS, yang kelihatannya seperti orang gila setelah sebelumnya menjadi ulama yang terkemuka. Karena keterbatasan pengetahuan spiritual mereka, mereka berpikir bahwa ia benar-benar sakit. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa ia mengikuti seseorang yang membuatnya gila, tetapi Ahmad al-Badawi QS tahu bahwa ia telah mendengar suara Tuhannya yang mengatakan bahwa, “Kuncimu ada pada orang itu.” Tidak ada yang membuatnya gila. Ia mengikuti orang itu. Tetapi bila ia menerimanya sejak awal, ketika pemandu itu datang untuk pertama kalinya atas Kehendak Allah SWT, ia tidak harus melewati ujian ini.

Jadi mengapa kalian membuat diri kalian harus melewati ujian yang sama? Bila kalian menemukan kebenaran, seorang pemandu yang benar, terimalah ia dengan segera! Jangan bermain-main dengan ego kalian.

Dia meninggalkannya selama 6 bulan lagi dan muncul kembali di waktu yang lain. Dalam kurun waktu tersebut Ahmad al-Badawi QS terus mencarinya dan ketika ia bertemu kembali, Ahmad al-Badawi QS berkata, “Wahai Syekhku, Aku menemukanmu lagi.” Saat itu sang pemandu memandang mata Ahmad al-Badawi QS dan memancarkan sesuatu dari lubuk hatinya kepada hati Ahmad al-Badawi QS melalui matanya. Pada saat itu terjadi transfer pengetahuan internal, pengetahuan dari Kitab Allah SWT dan rahasia-rahasianya.

Pemandu itu melakukannya 3 kali sampai mata Ahmad al-Badawi QS memancarkan sinar yang begitu kuat bahkan orang yang melihatnya bisa tewas. Oleh sebab itu ia menutup wajahnya dengan cadar. Saat itu ia bisa memasuki Hadirat Ilahi dan ia menerima kuncinya.

Tanpa bantuan pemandu sejati kalian tidak akan bisa mencapai Hadirat-Nya. Dialah yang akan membukakan pintu bagimu ke mana pun kalian akan pergi. Ahmad al-Badawi QS adalah seorang ulama besar yang mengetahui banyak hal.

Ia bangga dengan pengetahuannya itu dan tidak mau menerima pelajaran dari orang lain.

Ia hanya mau mengambil langsung dari posisi Yang Maha Tinggi.

Ia tidak melihat ada yang lebih tinggi darinya kecuali Tuhan.

Bagaimana mungkin ia akan mengambil pelajaran dari orang lain?

Berarti tidak ada sifat rendah hati pada dirinya.

Ia telah kehilangan satu dari tiga karakteristik yang diperlukan oleh hamba Allah SWT. Ia mempunyai rasa hormat, ia juga mencintai sesamanya, tetapi ia tidak mempunyai kerendahan hati untuk menerima nasihat dari orang lain. Dan karena ia telah kehilangan satu karakteristik itu, seolah-olah ia tidak mengalami kemajuan lagi.

Seorang wali, seorang guru harus memiliki karakteristik hormat, cinta dan rendah hati. Jika kalian melihat salah satunya tidak ada, maka ia bukanlah seorang pemandu sejati. Ia hanya akan membawa kalian ke jarak tertentu seperti yang kita lihat pada diri Ahmad al-Badawi QS yang bisa mencapai Tuhan sampai pada jarak tertentu, namun tidak bisa membukanya. Ia memerlukan seseorang yang mempunyai kunci tetapi ketika ditemukan ia tidak menerimanya langsung karena kesombongannya.

Ia terlalu banyak memikirkan dirinya. Akhirnya ia menerima juga setelah mendengar langsung dari Tuhannya, tetapi ia harus melewati ujian tertentu. Jika pada mulanya ia langsung menerimanya tanpa melalui rasa bangga terhadap dirinya, pintu itu segera terbuka baginya tanpa harus melewati ujian selama 2 tahun.

Bila kalian menemukan seorang pemandu dan hatimu merasa senang dengan kehadirannya, jangan dengarkan ego kalian. Katakan kepada ego, “Kau salah! Apa ruginya jika Aku menerimanya sebagai guru?“ Kalian tidak akan kehilangan apa pun. Bila kalian menunjukkan sifat rendah hati, ini cukup bagi Allah SWT untuk mengangkat kalian. Jika Saya datang dan mengatakan, “Si Anu dan si Anu” adalah Syekh saya, dan Saya telah berbay’at dengannya. Apa salahnya? Saya menerimanya dan Saya menunjukkan kerendahan hati, Allah SWT akan mengangkat saya.

Mempunyai sifat rendah hati adalah sangat penting. Jika kalian bersifat rendah hati, kalian akan menerima semua orang sebab setiap orang dapat menjadi pemandu bagi kalian.

Ada sebuah ungkapan di Turki, berupa pertanyaan kepada seorang yang bijak,

“Dari mana engkau belajar perilaku yang sempurna dalam masyarakat?”

jawabnya, “Dari orang-orang yang bersalah. Aku mengamatinya, melihat kesalahan yang mereka lakukan lalu Aku menghindarinya. Jadi Aku bisa memperbaiki diriku lewat kesalahan orang lain.”

Jika kalian bisa menerima semua orang sebagai pemandu kalian, bahkan orang yang jahat pun dapat memandu kalian. Dengan mengamati dan melihat kesalahan yang dilakukannya, kalian berhenti (melakukannya).

Wa min Allah at tawfiq

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
http://www.muhibbunnaqsybandi.blogspot.com/
josephalmighty wrote on Jun 25
welcome to my page, come and join us... Joseph

Christ Has Returned To The Earth And He Fulfills All The Prophecies Of The World's Religions...

"The scriptures of the world's great religions all contain Messianic prophecies... prophecies which promise that God will one day send a Promised One whose teachings will unite all of humanity into one loving family."

"The religions call this Promised One by various names... Jews await the appearance of "another Prophet" like Moses. Hindus look for the return of Krishna. Christians await the return of Christ. Muslims await both the return of Christ and the appearance of Imam Mahdi. Buddhist sutras prophesy the coming of the Maitreya Buddha. Zoroastrian scriptures prophesy the coming of the Saoshyant(Africans await Isis & Osiris & Native Americans await Quetzalcoatl from the east & the Amaru and many other such native mythologies of every culture)."
(Continued here)

"Endtime Prophecies From Different Religions"
http://josephalmighty.multiply.com/journal/item/262

Christ has returned to the earth, and this is what he is saying to every person of every group and religion...

"The time has come! The final stage of my plan is about to be accomplished. O sinful old world! By my word you will collapse! Because of my plan you will revert to nothing! O earth! By my word all will live again, and there will be "rulers"! O holy new world without blemish! By my glory you will be restored once more! O Mount Zion! Be silent no longer, for I have returned in triumph! I will inspect everything in all the earth, while those on earth will start to live a new life and have a new hope. O my people! How can you not start living again in my light(the Word I have brought u in the end times)? How can you not rejoice greatly under my guidance? The earth is cheering; the waters are rejoicing! Live again, O Israel! How can you not be proud that I have predestined you? Who has ever wept? Who has ever wailed? In former days, Israel ceased to exist, but today, Israel is starting to rise above all the world, standing over the hearts of men. Today, Israel has a basis for survival, because they are my people! O hateful Egypt(all of you who resist me and my sons in the endtimes)! Could it be that you are still resisting me? How could you take advantage of my compassion to escape my punishment? How can you not reside in my punishments? All whom I love will endure forever, but all those who resist me will be punished forever. As I am a jealous God, all the conduct of all mankind will not be let off lightly. I will examine all the earth, and appear to all people from the East with righteousness, majesty, wrath and punishment!"...

(Continued here): "The Prophecies Of Almighty"

http://josephalmighty.multiply.com/journal/item/258

Christ Has Returned To the Earth In the Flesh,
As Lightning(his Word) Flashes(& is published)
From East(in China) To the West !!!
f4jar wrote on Jun 19
bener-bener mengadu domba ente.,.,
gothicantikristus wrote on Jun 18
BANTAI KRISTEN LICIK
PERUSAK DUNIA!!!!!!!!!!!!!
abisarwan wrote on Jun 17
look at your headshot....you just a child who do not yet know about islam...you so naiv like your parent or may i say..like the moet moslem! you must take good educate from school..good school not like madrasah or something like thats craps school....go to bed child !,before satan mohamed comes !!!!
waduh...bukannya kebalik kek??
malah keren donk kalo masih anak2...berarti kakek udah di nasehatin sama anak2...aduh... apa gag
----> [ :"> ]
abisarwan wrote on Jun 17, edited on Jun 17
halo...wkekek...udah lama gak kesini nih kek...gimana kabarnya?..masih hidup??..masih eksis?... :P
itsar09 wrote on Jun 17
Hallo....peace man....what do you know... ?....
elkondor wrote on Jun 14
aku bukan penganutmu, kau keturunanku (darwin (1:1)
riveuwlands wrote on Jun 11
semoga peristiwa sikap FPI entah di monas atau di tempat lainnya bukan cermin atau ciri khas sikap para penganut YANG SEKARANG BERADA DI BLOG KU INI.
AMIN.
mumbasitoh wrote on Jun 6
Ihdinaa Ashshirootol mustaQiim
mumbasitoh wrote on Jun 6
wa'alaikumussalaam...
elkondor wrote on Jun 5
Kau dan Aku Sama Saja
elkondor wrote on Jun 3
halo sodaraku
abuumar wrote on Jun 2
kita menyampaikan kabar baik dan kebahagiaan kepada orang-orang. Bila kita berkata kepada orang-orang yang tidak beriman, 'Kamu akan menerima hukuman,' Apakah cinta mereka terhadap Tuhan mereka akan tumbuh? Atau bukankah kabar baik mengenai rahmat Tuhan mereka yang tiada batas untuk mereka hingga membuat hati mereka terbuka! Jadi kita menyampaikan kabar baik kepada orang-orang, bukan membuat mereka takut atau tidak senang.

Bila kamu bercerita kepada orang, contohnya, mengenai seorang raja yang baik - begitu banyak toleransi, begitu banyak keadilan, begitu banyak kebaikan dan rahmat - bukankan hati mereka akan terbuka terhadapnya dan pergi mencarinya?

Tapi bila kamu bercerita tentang seorang raja yang jahat - sangat sulit, keras, memberikan hukuman, semua penjaranya terisi - akankah orang menyukainya atau membencinya? Allah berkata kepada Musa (as), 'Wahai Musa! Jadikan umatKu agar menyukai Aku!' Inilah perintah Tuhan kita, bukan membenci - tapi menyukai!

Oleh karena itu, kita menyampaikan semua kabar baik bagi semua orang, terlepas mereka menerima kepercayaan kita atau tidak. Hal itu tidak penting.
abuumar wrote on Jun 2
Lihatlah selalu sisi baik pada setiap orang

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Ini adalah nasihat Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS kepada kita, para pengikut tarekat, dan orang-orang yang mengaku religius, atau bagi orang-orang yang berkata, “Aku adalah manusia, oleh sebab itu Aku harus menjaga salah satu perilaku baik yang terbaik, yaitu berpikir dalam hati mengenai kebaikan orang.” Sebaliknya, bila kita memikirkan perihal buruk tentang seseorang maka kita akan mendapat suatu akhir yang buruk.

Allah SWT senang bila kita mempunyai pikiran yang baik terhadap orang lain. Baik dan buruk dapat ditemukan dalam diri seseorang, keduanya siap untuk beraksi. Baik atau buruk reaksi yang ditimbulkan tergantung pada perlakuan kalian terhadapnya. Misalnya, jika Saya menghormati kalian, kalian akan merasa senang dan menunjukkannya kepada Saya.

Kita perlu melihat orang dari sisi baiknya sehingga sisi itulah yang akan tampak. Bila kalian berpikir positif tentang seseorang berarti perlakuan dirimu terhadapnya akan menjadi baik. Perlakuan yang baik adalah dengan memberi hormat. Jika kalian melakukannya paling tidak kalian akan menghindari kejahatan dalam diri kalian. Kejahatan bisa timbul dari siapa saja. Ini adalah suatu nasihat yang keras.

Kita harus memberi hormat kepada semua orang, karena setiap orang mempunyai sisi baik. Allah SWT menyukai bila hamba-Nya dihormati, walaupun mereka adalah para pendosa, karena Allah SWT memberi anak cucu Adam AS kemuliaan yang tidak terhingga dalam Hadirat Ilahi.

Kalian tidak akan menemukan seorang ayah yang senang bila anaknya dihina, walaupun anak itu merupakan salah satu anak yang ternakal. Jika seorang ayah berkata, “Anakku nakal.” Saya harus mengatakan, “Akar yang baik, cabangnya juga baik, jangan khawatir, itu hanya soal kedewasaan.” Ia akan merasa senang terhadap saya. Semua ayah seperti ini.

Suatu ketika Sayyidina ‘Ali RA sedang berada di atas mimbar di sebuah masjid dan berbicara mengenai anaknya, Hasan AS yang telah kawin-cerai berkali-kali. (Hikmah Ilahiah di balik perkawinan ini adalah bahwa sekarang banyak keturuan Rasulullah SAW di muka bumi. Mereka adalah rahmat bagi umat ini. Seorang keturunan Rasulullah SAW yang hidup di suatu kota akan menghindarkan kota itu dari kutukan.)

‘Ali RA berkata kepada orang-orang agar tidak menyerahkan anaknya untuk dinikahi Hasan AS. Tetapi semua orang malah menawarkan anaknya dan berkata, “Ambillah anak saya walau hanya sehari.” ‘Ali RA pun merasa senang.

Dari keburukan kita, kita melihat keburukan orang lain.

Setiap orang mempunyai karakter yang baik.

Kita harus memalingkan perhatian kita kepada sisi baik itu.

Dalam Surat al-Rahman dikatakan,

“Tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan dengan kebaikan pula”
abuumar wrote on Jun 2
Why do we read Quran, even if we can't understand a single Arabic word????

This is a beautiful story.

An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky with his young grandson.. Each morning Grandpa was up early sitting at the kitchen table reading his Quran. His grandson wanted
to be just like him and tried to imitate him in every way he could.

One day the grandson asked, 'Grandpa! I try to read the Quran just like you but I don't understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur'an do?'

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied,
'Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water.'

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house. The grandfather laughed and said, 'You'll have to move a little faster next time,' and sent him back to the river with the basket to try again. This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.

The old man said, 'I don't want a bucket of water; I want a basket of water. You're just not trying hard enough,' and he went out the door to watch the boy try again.

At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak out before he got back to the house. The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was again empty. Out of breath, he said, 'See Grandpa, it's useless!'

'So you think it is useless?' The old man said, 'Look at the basket.'

The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.

'Son, that's what happens when you read the Qur'an. You might not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.'
.
.
.
..
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help